Organisasi
merupakan wadah di mana banyak orang berkumpul dan saling berinteraksi.
Organisasi juga terbentuk karena adanya kesamaan misi dan visi yang ingin
dicapai. Dari sini setiap individu atau unsur yang terdapat di dalam organisasi
tersebut secara langsung maupun tidak langsung harus memegang teguh apa yang
menjadi pedoman dan prinsip di dalam organisasi tersebut. Sehingga untuk
mencapai visi dan menjalankan misi yang digariskan dapat berjalan dengan baik. Seiring berjalannya waktu, di dalam organisasi kerap terjadi konflik.
Baik konflik internal maupun konflik eksternal antar organisasi. Konflik yang
terjadi karena permasalahan yang sangat remeh temeh. Namun justru dengan hal
yang remeh temeh itulah sebuah organisasi dapat bertahan lama atau tidak.
Mekanisme ataupun manajemen konflik yang diambil pun sangat menentukan posisi
organisasi sebagai lembaga yang menjadi payungnya. Kebijakan-kebijakan dan
metode komunikasi yang diambil sangat mempengaruhi keberlangsungan sebuah
organisasi dalam mempertahankan anggota dan segenap komponen di dalamnya.
Konflik
dalam organisasi sering dilihat sebagai sesuatu yang negatif, termasuk oleh
pemimpin organisasi. Karenanya, penanganan yang dilakukanpun cenderung
diarahkan kepada peredaman konflik. Dalam realita, konflik merupakan sesuatu
yang sulit dihindarkan karena berkaitan erat proses interaksi manusia.
Karenanya, yang dibutuhkan bukan meredam konflik, tapi bagaimana menanganinya sehingga
bisa membawa dampak konstruktif bagi organisasi.
Konflik antar organisasi, yang timbul sebagai
akibat bentuk persaingan ekonomi dalam sistem perekonomian suatu negara.
Konflik ini telah mengarahkan timbulnya pengembangan produk baru, teknologi,
dan jasa, harga–harga lebih rendah, dan penggunaan sumber daya lebih efisien.
Faktor penyebab konflik:
1.
Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan;
2.
Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi
yang berbeda;
3.
Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok;
4.
Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat;
Adapun
Sumber-sumber konflik yaitu :
1. Faktor
komunikasi (communication factors)
2. Faktor
struktur tugas maupun struktur organisasi (job structure or organization)
3. Faktor
yang bersifat personal (personal factors)
4. Faktor
lingkungan (environmental factors)
Dan Metode penyelesaian
konflik adalah:
1. Dominasi
dan penekanan
2. Kompromi
3. Pemecahan
masalah integratif
Konflik dalam suatu organisasi sangatlah wajar.
Organisasi merupakan salah satu wadah untuk menampung aspirasi atau pendapat
anggotanya yang tentunya berbeda-beda. Disaat tertentu, keinginan salah satu
anggota tidak bisa terpenuhi dan itu dapat menimbulkan terjadinya konflik.
Konflik dalam suatu organisasi dapat diatasi dengan musyawarah dengan seluruh
anggota untuk mencari penyelesaian terbaik.
Strategi Penyelesaian
Konflik
Pendekatan
penyelesaian konflik oleh pemimpin dikategorikan dalam dua dimensi ialah
kerjasama/tidak kerjasama dan tegas/tidak tegas. Dengan menggunakan kedua macam
dimensi tersebut ada 5 macam pendekatan penyelesaian konflik ialah :
1. Kompetisi
Penyelesaian konflik yang
menggambarkan satu pihak mengalahkan atau mengorbankan yang lain. Penyelesaian
bentuk kompetisi dikenal dengan istilah win-lose orientation.
2. Akomodasi
Penyelesaian konflik yang
menggambarkan kompetisi bayangan cermin yang memberikan keseluruhannya
penyelesaian pada pihak lain tanpa ada usaha memperjuangkan tujuannya sendiri.
Proses tersebut adalah taktik perdamaian.
3. Sharing
Suatu pendekatan
penyelesaian kompromistis antara dominasi kelompok dan kelompok damai. Satu
pihak memberi dan yang lain menerima sesuatu. Kedua kelompok berpikiran
moderat, tidak lengkap, tetapi memuaskan.
4. Kolaborasi
Bentuk usaha penyelesaian
konflik yang memuaskan kedua belah pihak. Usaha ini adalah pendekatan pemecahan
problem (problem-solving approach) yang memerlukan integrasi dari kedua pihak.
5. Penghindaran
Menyangkut ketidakpedulian
dari kedua kelompok. Keadaaan ini menggambarkan penarikan kepentingan atau
mengacuhkan kepentingan kelompok lain.