Saturday, November 30, 2013

Ciri-ciri, Unsur dan Teori Organisasi



Teori Organisasi adalah suatu teori yang mempelajari kinerja dalam sebuah organisasi, kajiannya yaitu bagaimana caranya membahas bagaimana sebuah organisasi dalam menajalankan fungsi dan menerapkan visi dan misi organisasi tersebut. Lingkungan kerja suatu organisasi dapat mempengaruhi dan terpengaruh oleh orang di dalam suatu organisasi tersebut. Dalam pembahasan mengenai teori organisasi yang pernah ada dan berlaku dalam sejarah dan perkembangannya hingga sekarang. Teori itu meliputi organisasi klasik, teori organisasi neoklasik dan teori organisasi modern.
Adapun ciri-ciri dari organisasi adalah :
a.      Adanya komponen ( atasan dan bawahan)
b.      Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)
c.       Adanya tujuan
d.      Adanya sasaran
e.       Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
f.        Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas

dan Ciri-ciri Organisasi Modern adalah :
1.      Organisasi bertambah besar
2.      Pengolahan data semakin cepat
3.      Penggunaan staf lebih intensif
4.      Kecendrungan spesialisasi
5.      Adanya prinsip-prinsip atau azas-azas organisasi
Ada banyak masalah yang dihadapi organisasi (kompleks) dan memerlukan pemecahan tersendiri sehingga muncul berbagai kajian untuk lebih memahami efektivitas organisasi Teori organisasi Muncul pada abad 19 dilatarbelakangi oleh Revolusi Inggris dan lahirnya perusahaan raksasa di Amerika Serikat. Berikut pembahasan dari jenis teori ogranisasi.
Teori Organisasi Klasik
Teori klasik (classical theory) atau disebut juga teori tradisional, isinya berupa konsep tentang organisasi dari abad 19, definisi organisasi sebagai struktur hubungan, kekuasaan, tujuan, peranan, kegiatan, komunikasi dan faktor lain yang terjadi karena terlibat kerja sama antar orang.
Teori ini mempunyai efek yang sama yang berkembang dalam tiga dasar anggapan-anggapan, anggapan tersebut yaitu:
  • Teori birokrasi : dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism
  • Teori administrasi : dikembangkan atas dasar sumbangan Henry Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reiley dari Amerika
  • Manajemen ilmiah : dikembangkan mulai tahun 1900 oleh Frederick Winslow Taylor.
Teori Organisasi Neoklasik
Teori neoklasik dikenal sebagai teori/aliran hubungan manusiawi (The human relation movement). Teori ini dikembangkan atas dasar teori klasik. Tanggapan dalam teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan sosial sebagai indivudi maupun sebagai bagian kelompok dalam lingkungan kerjanya, dari dasar tanggapan ini teori neoklasik mendifisikan ‘organisasi” memiliki tujuan yang sama.
Teori neklasik dalam hal pembagian kerja diperlukan hal-hal berikut:
  • Partisipasi, yaitu melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan keputusan
  • Perluasan kerja (job enlargement) sebagai kebalikan dari pola spesialisasi
  • Manajemen bottom-up yang akan memberikan kesempatan kepada para yunior untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak.
Teori Organisasi Modern
Herbert Simon menandai teori modern dengan lahirnya gerakan contigency yang menyatakan teori organisasi perlu melebihi prinsip-prinsip yang dangkal  dan disederhanakan untuk suatu kajian mengenai kondisi yang dapat diterapkan prinsip saling bersaing.
Katz dan Robert Kahn dalam bukunya “the social psychology of organization” mengungkapkan perspektif organisasi sebagai suatu sistem terbuka. Dalam buku tersebut mendeskripsikan keunggulan-keunggulan perspektif sistem terbuka untuk menelaah hubungan yang penting dari sebuah organisasi dengan lingkungannya, dan perlunya organisasi menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah jika organisasi ingin tetap bertahan
Teori modern atau yang bisa disebut sebagai analisa system pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen. Teori modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan dan saling ketergantungan, yang di dalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, akan tetapi organisasi merupakan system yang terbuka.

Arti Pentingnya Organisasi dan Metode



Sekumpulan orang, dua orang atau lebih yang secara formal disatukan dalam suatu kerja sama untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan  atau bisa juga disebut dengan sekumpulan individu yang di kelompokan menjadi satu, dimana semua individu memiliki kepentingan dan tujuan yang sama disebut dengan Organisasi. rganisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi. atau dapat disebut sebagai bentuk formal dari sekelompok manusia dengan tujuan individualnya masing-masing (gaji, kepuasan kerja, dll) yang bekerjasama dalam suatu proses tertentu untuk mencapai tujuan bersama (tujuan organisasi). Agar tujuan organisasi dan tujuan individu dapat tercapai secara selaras dan harmonis maka diperlukan kerjasama dan usaha yang sungguh-sungguh dari kedua belah pihak (pengurus organisasi dan anggota organisasi) untuk bersama-sama berusaha saling memenuhi kewajiban masing-masing secara bertanggung jawab, sehingga pada saat masing-masing mendapatkan haknya dapat memenuhi rasa keadilan baik bagi anggota organisasi/pegawai maupun bagi pengurus organisasi/pejabat yang berwenang. Pengertian organisasi dan metode secara lengkap: rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan factor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan.

Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia disebut dengan Manajemen. Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbal balik antara kegiatan dan kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka perlu dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungsional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Jadi, dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi, demikian eratnya dan kekalnya (consistency) hubungan antara manajemen dan organisasi. Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan sebuah organisasi yang dapat berfungsi sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Tata kerja atau metode adalah suatu cara bagaimana agar sumber-sumber dan waktu yang tersdia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula. Pemakaian tata kerja yang tepat  ditujukan untuk :
1.      Menghindari terjadinya pemborosan di dalam pendayagunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia
2.      Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan
3.      Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat

Hubungan tata kerja dalam manajemen adalah untuk menjelaskan bagaimna proses kegiatan manajemen harus dilaksankan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.

            Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerja sama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien. Hubungannya sangat erat dan berarti. Adanya organisasi yang baik untuk tercapainya tujuan perlu adanya manajemen yang baik pula. Organisasi serta manajemen yang baik masih mempunyai satu lagi pelengkap yaitu tata kerja, yang dimaksudkan dengan tata kerja adalah alat yang digunakan sebuah organisasi untuk tercapainya tujuan. Tanpa adanya tata kerja maka manajemen yang telah dibuat tidak akan berhasil sehingga apa yang sudah ditentukan organisasi tidak terpenuhi. Karena ketiganya jika dilakukan sesuai dengan tugasnya maka hubungan dari ketiganya akan saling menguntungkan. Jadi, Secara garis besar seluruhnya dapat saling berhubungan satu dan yang lainnya. Pada dasarnya pengertian organisasi dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu organisasi dalam arti statis dan organisasi dalam arti dinamis. Terdapat hubungan yang erat antara manajemen, organisai dan metode (tata kerja). Manajemen, organisai dan tata kerja ketiganya diarahkan kepadatercapainya tujuan secara efisien.

Friday, November 29, 2013

Agama dan Masyarakat



Agama sangat universal, permanen, dan mengatur dalam kehidupan, sehingga bila tidak memahami agama, maka akan sulit memahami masyarakat. Agama memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia dan masyarakat. Agama menjadi sebuah pedoman hidup, dalam memandang nilai, dapat kita lihat dari dua sudut pandang karena nilai  agama dilihat dari sudut intelektual yang menjadikan nilai agama sebagai norma  atau prinsip.

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, kemudian lahir pemikiran-pemikiran yang berlandaskan pada pemikiran masyarakat, hal ini dapat mengancam kelestarian agama dalam masyarakat, karena semakin berkembangnya ilmu pengetahuan yang demikian dinamis, teori-teori lama kemudian mengalami penyempurnaa. Bukan pada tempatnya membandingkan kebenaran ilmu pengetahuan dengan kebenaran yang diperoleh dari informasi agama. Pemeluk agama meyakini kebenaran agama sebagai kebenaran yang bersifat kekal, sementara kebenaran ilmu pengetahuan bersifat dinamis sesuai dengan perkembangan kemampuan pola pikir manusia. Ilmu pengetahuan sendiri sebenarnya bisa menjadi bagian dari penafsiran nilai-nilai agama. Sebagai contoh yang terjadi di negara-negara komunis seperti Rusia, RRC, Vietnam yang menerapkan penghapusan agama karena tidak sesuai dengan ideologi negara tersebut dan semua berpedoman pada penilaian dari segi ilmu pengetahuan saja tanpa mengidentifikasinya dari aspek Agama, akan tetapi beberapa beberapa masyarakat berhasil mempertahankan agama tersebut, bahkan umat beragama semakin meningkat. Dengan mengirasionalkan agama bahwa agama adalah sesuatu yang salah dalam pemikiran, tetapi dengan sendirinya umat beragama dapat berpikir dan mengetahui apa yang dipikirkan mengenai agama. Sehingga umat beragama dapat memahami apa arti sebuah agama dam manfaatnya.

Secara sosiologis, pengaruh agama bisa dilihat dari dua sisi, yaitu pengaruh yang bersifat positif atau pengaruh yang menyatukan dan pengaruh yang bersifat negatif atau pengaruh yang bersifat destruktif dan memecah-belah. Namun setiap anggota masyarakat haruslah saring menghormati suatu agama dengan agama lain tanpa memecah belah hubungan antar masayarakat.

Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan



Pemanfaatan ilmu untuk memecahkan suatu masalah dengan cara mengerahkan semua alat yang sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan dan skala nilai yang ada adalah yang biasa kita kenal dengan sebuah Teknologi yang bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah praktis serta untuk mengatasi semua kesulitan yang mungkin dihadapi. Berbeda dengan kemiskinan yang seperti kita ketahui masih banyak dialami masyarakat. Kemiskinan pada dasarnya merupakan salah satu bentuk problema yang muncul dalam kehidupan masyarakat, khususnya pada negara-negara yang sedang berkembang. Kemiskinan yang dimaksud adalah kemiskinan dalam bidang ekonomi. Dikatakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian dan tempat berteduh. Atau dengan pendapat lain, yaitu adanya suatu tingkat kekurangan materi pada sejumlah atau segolongan orang dibandingkan dengan standar kehidupan yang umum berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan. Kemiskinan juga dapat terjadi karena tidak memiliki pekerjaan, biasanya orang yang tidak memiliki pekerjaan tidak mendapatkan kerja karena kurangnya skill ataupun pendidikan yang dimiliki.

Masalah listrik untuk menerangi masyarakat miskin di daerah tertinggal menjadi sebuah masalah yang sulit dikarenakan lokasi rumah yang jauh untuk dijangkau PT. PLN Persero . Di Indonesia, masih banyak masyarakat yang tinggal di atas gunung, di pulau-pulau terluar bahkan di kedalaman hutan dan jumlah mereka tidaklah sedikit. Sedangkan listrik yang masuk dari PT. PLN Persero sulit untuk masuk dan dari segi perhitungan ekonomi, untuk PT PLN Persero kurang menguntungkan dikarenakan memakan biaya mahal dan tidak menguntungkan PT. PLN Persero. Hal ini mengakibatkan semakin tertinggalnya masyarakat karena sulitnya listrik dan otomatis mempersulit mereka di dalam memerangi kemiskinan. Dengan adanya ilmu pengetahuan dan teknologi, ada terdapat teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang hanya menggunakan modul surya dan sumber dayanya hanya dari matahari. Dengan teknologi ini, masyarakat dapat membantu masyarakat untuk menerangi rumah mereka dan memanfatkan adanya arus litrik hanya dengan teknologi yang menggunakan sumber daya Matahari, Ada pula Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro, yang dapat berfungsi dengan memanfaatkan sumber arus daya air terjun dan dapat menghasilkan listrik. Selain itu adapula teknologi Biogas, yang pemanfaatannya menggunakan sumber kotoran Sapi. Dengan Biogas, masyarakat dapat merasakan listrik tanpa harus membayar tagihan yang mahal.

Dengan adanya pengetahuan dan Teknologi baru, seharusnya Pemerintah lebih fokus mengembangkannya untuk menerangi masyarakat di daerah-daerah tertinggal. Dengan bantuan listrik, maka perlahan masyarakat akan berkembang dalam berbagai aspek, mulai dari aspek pendidikan (anak sekolah dapat belajar dengan adanya penerangan listrik), aspek ekonomi, dan aspek lainnya. Dengan itu, kemiskinan dapat perlahan terentaskan, dan perlahan masyarakat dapat berkembang.