Friday, April 10, 2015

Ancaman Pudarnya Nasionalisme Warga Perbatasan Yang Mengancaman Keutuhan NKRI di di Pulau Sebatik Indonesia



I.                   PENDAHULUAN
Pulau Sebatik adalah sebuah pulau di sebelah timur laut Kalimantan utara.
Pulau tersebut merupakan pintu perbatasan antara Sabah (Malaysia) dengan Indonesia yang merupakan pintu gerbang Indonesia di Kalimantan, tepatnya di bagian utara Provinsi Kalimantan utara yang berbatasan langsung dengan Negeri Sabah Malaysia. Kota tawau di Sabah yang lebih maju dalam pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur mengharuskan warga Sebatik menggantungkan kebutuhan hidupnya terhadap Malaysia yang secara geografis jarak tempuhnya lebih dekat, hanya dibutuhkan waktu sekitar 15 menit dari Sebatik . Di sisi lain, untuk menempuh kota terdekat di Indonesia yaitu kota Nunukan dibutuhkan waktu tempuh sekitar 60 menit hingga 90 menit dari Sebatik.
II.                RUMUSAN MASALAH
Hal terebut pada pendahuluan, secara tidak langsung berdampak terhadap adanya dominasi dan pengaruh Malaysia yang signifikan terhadap warga Pulau Sebatik Indonesia, sebagai berikut :
1.      Fakta Ketergantungan Ekonomi Warga Sebatik terhadap Malaysia;
2.      Ikatan Emosional yang Terbangun Antara Warga Sebatik dan “sebagian” Warga Malaysia di Sabah oleh Kesamaan Kultur;
3.      Dominasi Arus Informasi dari Malaysia;
4.      Ancaman Keutuhan NKRI;


III.             PEMBAHASAN
Pulau Sebatik yang dikenal dengan sebuah pulau di sebelah timur laut Kalimantan utara. Pulau tersebut merupakan pintu perbatasan antara Sabah (Malaysia) dengan Indonesia yang merupakan pintu gerbang Indonesia di Kalimantan, tepatnya di bagian utara Provinsi Kalimantan utara yang berbatasan langsung dengan Negeri Sabah Malaysia. Kota tawau di Sabah yang lebih maju dalam pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur mengharuskan warga Sebatik menggantungkan kebutuhan hidupnya terhadap Malaysia yang secara geografis jarak tempuhnya lebih dekat, hanya dibutuhkan waktu sekitar 15 menit dari Sebatik . Di sisi lain, untuk menempuh kota terdekat di Indonesia yaitu kota Nunukan dibutuhkan waktu tempuh sekitar 60 menit hingga 90 menit dari Sebatik. Hal tersebut secara tidak langsung berdampak terhadap adanya dominasi dan pengaruh Malaysia yang signifikan terhadap warga Pulau Sebatik Indonesia, sebagai berikut :
1. Fakta Ketergantungan Ekonomi Warga Sebatik terhadap Malaysia
Kebutuhan Sandang, pangan dan papan masyarakat Sebatik bisa dikatakan hampir 80% didatangkan dari Kota Tawau, begitupun untuk menjual hasil mata pencaharian masyarakat Sebatik seperti biji kakau, kelapa sawit dan ikan, warga sebatik akan berhubungan dengan kota Tawau, sabah Malaysia untuk menjual hasil mata pencaharian mereka. Letak geografis wilayah Kota Tawau dari Sebatik dengan jarak yang lebih dekat daripada wilayah kota yang ada di Indonesia, seperti Kota Nunukan dan Kota Tarakan yang harus ditempuh dalam waktu 1 jam hingga 3 jam, maka untuk pergi ke kota tawau hanya membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit dengan speed boat dan kurang dari 30 menit bila ditempuh dengan perahu bermesin biasa, sehingga biaya transportasi menuju ke Kota Tawau, Malaysia lebih murah dan efektif secara waktu. Jadi, Malaysia secara ekonomi telah membantu roda perekonomian bagi warga Sebatik untuk dapat hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
2. Ikatan Emosional yang Terbangun Antara Warga Sebatik dan “sebagian” Warga Malaysia di Sabah oleh Kesamaan Kultur
Interaksi sosial dan kultur antara masyarakat sebatik dan masyarakat kota tawau pun kerap terjadi. Hal ini terjadi karena banyak keluarga dari warga Sebatik yang secara kultur mayoritas merupakan suku bugis yang berasal dari Sulawesi selatan berdomisili di kota Tawau dalam waktu yang lama, bahkan sebagian di antaranya sudah berstatus sebagai warga Negara Malaysia. Suku bugis secara statistik memiliki jumlah yang besar dan diperhitungkan secara populasi di wilayah tawau yang berpopulasi kurang lebih 500.000 jiwa. Proses yang terus berlangsung ini secara tidak langsung telah menumbuhkan ikatan emosional yang erat antar keluarga yang pada akhirnya berubah menjadi ikatan emosional antara warga Negara di dua Negara yang berbeda sehingga perbedaan nationality lambat laun terkikis sedikit demi sedikit.
3. Dominasi Arus Informasi dari Malaysia
Pada umumnya, informasi yang diperoleh warga Sebatik berasal dari Malaysia karena mudahnya akses untuk mendapatkan informasi dari Malaysia, misalnya melalui tiga saluran TV Malaysia yang secara langsung dapat dijangkau tanpa harus menggunakan alat bantuan seperti Parabola atau Televisi (TV) kabel, sedangkan untuk saluran TV Indonesia dibutuhkan alat bantu tersebut sehingga membutuhkan tarif berbayar yang tidak dapat dinikmati oleh semua kalangan di Sebatik. Program TV di Malaysia yang berisi program-program acara resmi, terutama pada chanel TV 1 dan TV 3 sangat efektif dalam menambah wawasan dan informasi kebangsaan masyarakat sebatik tentang Malaysia. Begitupun dengan radio, siaran radio dari Malaysia yang bergelombang jauh, misalnya radio nasional Malaysia yang mengudara di Kuala Lumpur dengan mudahnya masuk dan mendominasi siaran radio di Sebatik. Mengutip kembali Azwar (2005: 14), “….sebagai sarana komunikasi, berbagai media massa seperti televisi, radio, mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan opini dan kepercayaan orang. Adanya informasi baru mengenai sesuatu hal memberikan landasan kognitif baru bagi terbentuknya sikap terhadap hal tersebut. Pesan-pesan sugestif yang dibawa informasi tersebut, apabila cukup kuat, akan memberi dasar afektif dalam mempersepsikan dan menilai sesuatu hal sehingga terbentuklah arah sikap tertentu”. Dan hal ini lambat laun telah membangun stigma positif warga Sebatik terhadap Malaysia dan membentuk sikap pro Malaysia.


4. Ancaman Keutuhan NKRI
Fakta ketergantungan ekonomi warga Sebatik terhadap Malaysia, ikatan emosional yang terbangun antara warga Sebatik dan warga Malaysia di kota tawau dan dominasi arus informasi dari Malaysia yang secara terus menerus dan dalam jangka yang panjang menjadi sebuah ancaman nirmiliter dalam konsepsi pertahanan Indonesia di masa yang akan datang, hal ini secara nyata akan memancing bibit-bibit separatisme di kalangan warga dan akan membentuk sikap loyalitas dan kecintaan warga terhadap Malaysia atau dengan kata lain bernasionalisme Malaysia. Terkait faktor-faktor pembentukan sikap tersebut, mengutip Azwar (2005: 14), menyatakan bahwa, “… individu bersikap konformis atau searah dengan sikap orang orang yang dianggapnya penting. Kecenderungan ini antara lain dimotivasi oleh keinginan untuk berafiliasi dan keinginan untuk menghindari konflik dengan orang yang dianggap penting tersebut”. Pada akhirnya pada titik klimaksnya nanti akan muncul keinginan dari warga untuk melepaskan diri dari wilayah NKRI dan memilih untuk menggabungkan diri (integrasi) atau melakukan eksodus ke Malaysia karena merasa telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dan menjadi bagian dari Malaysia. Hal ini sejalan dengan pendapat Dhurorudin Mash’ad (2004: 6) yang menyatakan bahwa, “Nasionalisme (rasa kebangsaan) yakni setiap orang merasa sebagai bagian integral bangsa. Dengan rasa kebangsaan, setiap diri akan merasa sebagai bagian dari bangsa dan merasa bangga dengan statusnya itu”.
Berangkat dari ancaman di atas, Sebagaimana yang telah terjadi sebelumnya di Kabupaten mahakam ulu, kalimantan Timur yang warga dari 10 desa mengancam untuk bergabung dengan Malaysia bergitupun halnya dengan warga 3 desa di nunukan, kalimantan utara yang warganya pun telah melakukan eksodus dan perpindahan kewarganegaraan Malaysia, maka dibutuhkan sebuah perhatian & penanganan khusus dan serius dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mengantisipasi ancaman tersebut lewat pendekatan kesejahteraan (prosperity Approach) dan pemenuhan kebutuhan terhadap warga di daerah perbatasan. Pendekatan Kesejahteraan dan pemenuhan kebutuhan warga secara komprehensip dengan dibarengi dengan pembangunan infrastruktur dan sarana roda ekonomi secara mandiri tanpa ketergantungan terhadap Malaysia di perbatasan akan dapat menghambat laju hegemoni dan dominasi Malaysia, sehingga terjadinya sebuah nationality building terhadap warga perbatasan berupa kecintaan, kebanggaan, dan rasa satu kesatuan sebagai bagian dari NKRI dan mereka pun dapat dengan lantang dan tegas menyatakan bahwa NKRI harga mati.

IV.             KESIMPULAN
Dimanapun dan bagaimanapun kita sebagai warga Negara Indonesia, haruslah kita menjaga wilayah dan kekayaan tanah air Indonesia, artinya menjaga seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Seperti warga di Pulau Sebatik, semangat kebersamaan yang tumbuh di masyarakat perbatasan itu merupakan roh yang menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan yang selalu siap menjaga dan mengamankan kedaulatan NKRI. Seperti yang terpampang di tugu perbatasan Garuda Perkasa yang berdiri kokoh di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, “NKRI Harga Mati”.

Saturday, January 31, 2015

TUGAS 3 PENGANTAR TELEMATIKA

Nama :  Widiavita Ravmahita    
NPM   :  1A113816
Kelas  :  4KA28

  1. Karena semakin mudahnya layanan akses telematika tersebut, banyak yang memanfaatkan celah keamanan di layanan tersebut untuk keperluan pribadi atau kelompok.
Maka faktor - faktor yang menyebabkan penyalahgunaan layanan telematika adalah :
a. SDM, Sumber Daya Manusia yang memungkin untuk mengekploitas layanan telematika tersebut untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
Hal ini dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, pergaulan, konten yang diakses, keperluan hidup dll. beberapa orang menganggap kegiatan seperti ini menjadi suatu kepuasan tersendiri bila berhasil melakukan hal tersebut.
b. Peranan Orang Tua, Orang tua disini berlaku untuk pengguna dibawah umur atau remaja yang masih dalam pengawasan orang tua dalam mengakses konten digital dari layanan telematika. Bila peranan orang tua kurang maka penyalahgunaan layanan telematika dari user tersebut sangat terbuka.
c. Faktor Kepentingan Pribadi / Kelompok. dapat dilihat dari kasus penyerangan Server SONY yang di retas oleh Oknum Hacker yang mengatasnamakan GOP dan mengambil berbagai file internal di dalam Server Sony tersebut dan mempublikasikannya.

2.    Cara untuk mengurangi penyalahgunaan fasilitas layanan Telematika yaitu :
a. Dengan melakukan pembatasan Konten yang dapat diakses pengguna
b.  Memberikan peningkatan pengawasan Konten layanan Telematika
c.   Melakukan peningkatan security Konten layanan
d.  Memberikan penjelasan tentang pendidikan Konten layanan telematika

  1. Dampak yang terjadi dari penyalahgunaan fasilitas layanan telematika adalah :
    a.  Layanan telematika menjadi lebih lambat
b.  Kerusakan infrastruktur dari penyedia layanan
c.   Kerusakan data yang bersifat Private
d.  Kerahasiaan pengguna terganggu

Saturday, November 15, 2014

TUGAS 2 PENGANTAR TELEMATIKA



Nama  :   Widiavita Ravmahita          
NPM    :  1A113816
Kelas   :  4KA28

1.      Manfaat dari jaringan komputer sangat banyak, seperti :
·    E-Government (administrasi pemerintahan secara elektronik) : penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara Pemerintah dan pihak-pihak lain. Contoh nyata dari program e-government ini adalah adanya badan khusus yang mengurus hal – hal berkaitan dengan telematika yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesi (TKTI). Tim ini bertugas untuk mengkoordinasikan perencanaan dan mempelopori kegiatan dalam rangka meningkatkan perkembangan dan pendayagunaan telematika di Indonesia;
·       E-commerce (transaksi jual beli secara elektronik) merupakan suatu proses pembelian, penjualan, mentransfer, atau pertukaran produk, jasa, atau informasi melalui jaringan komputer termasuk internet;
·   E-learning (pendidikan terbuka dengan metode jarak jauh) merupakan contoh dari berkembangnya dunia pendidikan dari cara konvensional (tatap muka di kelas) ke cara yang lebih terbuka melalui internet. Hal ini dapat terjadi karena adanya teknologi telematika yang dapat menghubungkan pengajar dengan muridnya. Sedangkan diluar itu masih banyak lagi, seperti GPS ( Global Positioning System ), kompas digital, sistem navigasi dan lain sebagainya.

Sedangkan dampak negatif dari jaringan computer adalah :
·         Peningkatan biaya untuk membangun jaringan.
Ketika jaringan dalam sebuah perusahaan akan dibuat, diperlukan sejumlah anggaran tertentu, baik untuk konsultasi perencanaan, jasa pembangunan jaringan, dan juga pemeliharaan hardware dan software. Sedangkan bagi pengguna rumahan, biaya yang dibutuhkan relatif lebih sedikit.
·         Virus dan Hacking.
Keduanya telah menjadi momok bagi administrator jaringan,karena jaringan bisa down dan pekerjaan menjadi berhenti.

2. Contoh aplikasi-aplikasi yang berkembang yang memanfaatkan jaringan komputer khususnya internet dalam telematika banyak sekali ditemukan seperti : Facebook, twitter, Instagram, Path, lalu aplikasi chat melalui smartphone (Line, Whatsapp, dll), serta aplikasi e-banking juga e-ticketing untuk pembelian tiket transportasi umum.

3.   Faktor yang mendasari perkembangan telematika di Indonesia semakin meningkat adalah Dukungan sarana dan prasarana & Infrastruktur di Indonesia yang masih kurang sehingga jaringan internet masih terbilang mahal disbanding dengan negara lain. Setelah adanya internet, semakin meningkatkan perkembangan telematika dan semakin beragam kebutuhan pengguna. Tantangan sekarang ini adalah agar seluruh daerah di Indonesia tercakup layanan internet cepat karena bagaimanapun juga pada akhirnya aplikasi apapun dan layanan apapun yang tercipta dalam telematika berangkat dari kebutuhan pengguna. Semua pengguna ingin informasi yang mudah didapat, serba cepat, layanan lengkap dan handal untuk memenuhi kebutuhan.